pasca's blog

Pendidikan Karakter Berbasis Keislaman dan Keindonesiaan

Dr. Muhammad Kosim, M. Ag.

Idealnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dihuni mayoritas penduduk muslim ini menjadi bangsa yang maju dan menjadi teladan bagi negara lain. Sebab negara ini dilengkapi dengan sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang beragama. Bukankah Islam mendorong umatnya menjadi cerdas dan gemar menyelamatkan serta ditakdirkan sebagai khairu ummah? Namun, umat Islam Indonesia dihadapkan pada dua persoalan: internal dan eksternal. Umat Islam yang mayoritas belum memiliki satu pandangan tentang hubungan Islam dan negara. Komitmen umat Islam menjalankan agamanya dalam setiap tindakan pun masih dipertanyakan. Di  sisi lain, umat Islam juga dihadapkan pada persoalan eksternal. Sebut saja perkembangan media yang phobia akan kebangkitan umat Islam, cenderung memojokkan umat Islam dengan berbagai streotipe negatif, seperti intoleran, radikal, hingga mengancam keberadaan NKRI. Padahal fakta sejarah membuktikan umat Islam mendominasi perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Sejarah sebagai Cara Berfikir

Dr. Ahmad Taufik Hidayat, M. Ag.

Sejarah seringkali disamakan dengan cerita (story), atau cara bercerita (how to tell the story), tetapi bukan sebagai ilmu terapan yang objektif. Padahal, dengan segenap perangkat metodologi yang harus dijalankan dalam ilmu sejarah, terutama hal-hal teknis seperti bagaimana mengklasifikasi sumber sebagai alat petunjuk, menyaring informasi lisan, memastikan viabilitas sumber agar representatif untuk dinarasikan, menilai dan memberi pemaknaan terhadap sumber dan menyusunnya dalam kerangka penulisan sejarah, entah itu bersifat periodik dalam berbagai perspektifnya, ataupun dalam kerangka penulisan total history, pada dasarnya sejarah dapat dijadikan alat analisis objektif bagi berbagai disiplin keilmuan.

Pages