Sejarah Pendirian

Lahirnya Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang (sebelumnya "IAIN Imam Bonjol Padang", red.) bermula dari program peningkatan kualitas ilmiah bagi dosen-dosen IAIN Imam Bonjol Padang pada tahun 1992. Waktu itu, oleh Rektor, Prof. Dr. Amir Syarifuddin, Rektor (1982-1992), kegiatan tersebut dinamakan dengan halaqah ilmiyah atau disebut juga Studi Purna Sarjana (SPS). Program ini semula ditujukan sebagai upaya persiapan bagi dosen-dosen untuk melanjutkan pedidikan pada tingkat magister (S2) dan doktor (S3). Cara yang ditempuh adalah dengan melatih dosen-dosen menguasai sumber-sumber literatur keislaman yang berbahasa Arab karena diyakini bahwa tanpa merujuk kepada literatur berbahasa Arab akan sulit bagi mereka memahami seluk beluk agama Islam secara komprehensif. Apalagi jika dikaitkan dengan posisi dosen universitas Islam sebagai corong pengetahuan Islam dan keislaman, tidak bisa dielakkan bahwa mereka harus lebih akrab dan paham dengan sumber-sumber asli pengetahuan Islam. Dengan dorongan dan bantuan berbagai pihak, Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang mendapat izin penyelenggaraan melalui SK Menteri Agama RI No. 287 Tahun 1994 tanggal 1 Agustus 1994.

Pada 3 September 1994, operasional Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang diresmikan oleh Menteri Agama RI, Tarmizi Taher, dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Hasan Basri Durin; Rektor IAIN Imam Bonjol, Prof. Dr. Mansur Malik; Kepala Kanwil Departemen Agama, Drs. Fauzan, MA.; Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam; Direktur Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang, UIN Syarif Hidayatullah, red.), Prof. Dr. Harun Nasution; dan para undangan lainnya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            

Semenjak itu, operasional Pascasarjana dilaksanakan dengan berafiliasi dengan Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah. Empat tahun kemudian, melalui SK Menteri Agama RI Nomor 367 Tahun 1998, Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ditingkatkan statusnya menjadi Program Pascasarjana yang berdiri sendiri yang dipimpin oleh seorang direktur. Prof. Dr. Amir Syarifuddin menjabat sebagai direktur pertama Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang dan dibantu seorang wakil direktur, Prof. Dr. Edi Safri.