
Rabu, 07 Mei 2025 dilaksanakan Ujian Terbuka atas nama SudirmanProgram Studi S3. Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.Promevendus mempresentasikan Disertasinya yang berjudul “Pemikiran Pendidikan Imam Maulana (1955–2022)”.
Pemikiran pendidikan Imam Maulana berakar pada tradisi Tasawuf Sunni, khususnya dalam Tarekat Syattariyah yang berkembang di Minangkabau melalui tokoh Syekh Burhanuddin Ulakan dan bersanad ke Syekh Abdur Rauf al-Sinkili. Pendidikan dalam tarekat ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi merupakan proses transformasi spiritual menyeluruh (holistik) menuju insan kamil (manusia sempurna).
Inti Pemikiran Pendidikan Imam Maulana:
- Tujuan Pendidikan:
- Mencapai ma‘rifatullah (pengenalan hakiki kepada Allah).
- Menjadi hamba yang fana fi Allah dan berakhlak mulia.
- Menyucikan jiwa dan menginternalisasi nilai-nilai ketuhanan.
- Materi Pendidikan:
- Tauhid, Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Ma‘rifat disampaikan secara bertahap.
- Penekanan pada zikir, wirid, suluk, dan pembinaan adab.
- Akhlak menjadi sarana membuka hati pada ilmu ladunni (ilmu ilahiah).
- Metodologi:
- Dilakukan melalui riyada, suluk, talqin, dan pengajaran dalam halaqah.
- Guru (mursyid) berperan sebagai pusat transformasi spiritual dengan menjaga sanad keilmuan.
- Pendidikan bersifat dialogis, personal, dan berbasis pengalaman spiritual.
- Nilai-nilai Pendidikan:
- Tauhidik, etis-spiritual, holistik, transformasional, dan kultural.
- Mengintegrasikan nilai lokal Minangkabau: adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
- Struktur dan Lingkungan Pendidikan:
- Dilakukan di surau atau zawiyah sebagai pusat pembelajaran dan kehidupan sosial spiritual.
- Halaqah dan talqin menjadi metode utama pembelajaran ruhani.
- Relevansi Kontemporer:
- Menjawab krisis spiritual dan moral dalam sistem pendidikan modern.
- Menawarkan model pendidikan karakter berbasis nilai dan pengalaman ruhani.
- Menekankan keteladanan guru sebagai murabbi (pendidik jiwa), bukan sekadar pengajar.
Kesimpulan:
Pemikiran Imam Maulana tidak hanya mencerminkan warisan tasawuf, tetapi juga menawarkan sistem pendidikan sufistik yang menyeluruh—meliputi aspek tujuan, metode, materi, nilai, dan lingkungan belajar. Ini menjadi sumber inspiratif bagi pengembangan pendidikan karakter dan spiritualitas modern yang berpijak pada tradisi Islam dan kearifan lokal.
Promevendus sangat baik dalam memaparkan dan mempresentasinya dihadapan para penguji .Adapun Penguji yang bersangkutan sbb:
| No | Nama | Keterangan |
| 1 | Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd | Ketua |
| 2 | Dr. Muhammad Zalnur, M.Ag | Sekretaris |
| 3 | Prof. Dr. Syamsul Nizar, M.Ag | Penguji 1 |
| 4 | Prof. Dr. Ahmad Sabri, M. Pd | Penguji 2 |
| 5 | Dr. Widia Fithri, M.Hum | Penguji 3 |
| 6 | Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag | Penguji 4 |
| 7 | Dr. Ahmad Taufik Hidayat, M.Ag | Penguji 5 |